Technology

OpenAI Catat Rugi Rp690 Triliun di Tengah Rencana IPO

Wahyu Dwi Anggoro 18/06/2026 10:39 WIB

Raksasa kecerdasan buatan (AI) OpenAI melaporkan rugi bersih yang signifikan pada 2025, di tengah rencana penawaran umum perdana (IPO).

OpenAI Catat Rugi Rp690 Triliun di Tengah Rencana IPO. (Foto: AP)

IDXChannel - Raksasa kecerdasan buatan (AI) OpenAI melaporkan rugi bersih yang signifikan pada 2025, di tengah rencana penawaran umum perdana (IPO).

Dilansir dari RTT News pada Kamis (18/6/2026), pertumbuhan pendapatan pencipta chatbot ChatGPT itu tidak bisa mengimbangi lonjakan pengeluaran perusahaan tahun lalu.

Menurut laporan keuangan yang tersebar ke media, OpenAI sebenarnya mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat pada 2025.

Namun, pengeluaran untuk penelitian, infrastruktur komputasi, dan ekspansi bisnis melampaui pertumbuhan penjualannya yang pesat.

Dokumen yang tersebar ke media mengungkapkan bahwa OpenAI melaporkan kerugian bersih hampir USD39 miliar atau sekitar Rp690 triliun tahun lalu, meskipun angka ini termasuk biaya satu kali terkait dengan peralihannya ke model nirlaba.

Jika mengesampingkan itu, perkiraan kerugian bersih sekitar USD8 miliar.

Pendapatan OpenAI melonjak menjadi USD13,07 miliar pada tahun 2025, naik dari USD3,7 miliar pada 2024.  

Pendapatan bulanan dilaporkan mencapai hampir USD2 miliar pada akhir tahun. Angka-angka ini muncul ketika OpenAI bersiap untuk IPO.

Namun, terlepas dari peningkatan pendapatan yang mengesankan itu, pengeluaran OpenAI melonjak lebih tinggi lagi. 

Biaya penelitian dan pengembangan meroket menjadi USD19,18 miliar pada 2025 dari USD7,81 miliar pada tahun sebelumnya, didorong oleh investasi besar yang dibutuhkan untuk mengembangkan model AI yang lebih canggih. 

Perusahaan ini menargetkan profitabilitas pada 2030 dan kini lebih fokus pada bisnis inti dan produk pengkodeannya. Awal tahun ini, OpenAI mengumpulkan dana sebesar USD122 miliar dengan valuasi perusahaan naik menjadi USD852 miliar.

Mereka juga mencatat bahwa mereka memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif ChatGPT setiap minggu, termasuk sekitar 50 juta pelanggan berbayar, yang menyoroti permintaan yang kuat untuk layanan AI mereka, bahkan di tengah tugas berat untuk mengubah pertumbuhan tersebut menjadi keuntungan nyata. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE