AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Aset Bank Syariah (BSI) Tembus Rp234,4 Triliun di Kuartal I-2021

BANKING
Giri Hartomo/Okezone
Jum'at, 07 Mei 2021 05:29 WIB
Adapun laba bersih sebesar Rp742 miliar pada kuartal I-2021. Angka ini mengalami peningkatan 12,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Aset Bank Syariah (BSI) Tembus Rp234,4 Triliun di Kuartal I-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan total aset sebesar Rp 234,4 triliun, naik 12,65% secara yoy dibanding periode sama 2020 yakni sebesar Rp 208,1 triliun. BSI juga mencatat kenaikan rasio permodalan atau CAR menjadi 23,1% di kuartal I-2021. 

Adapun laba bersih sebesar Rp742 miliar pada kuartal I-2021. Angka ini mengalami peningkatan 12,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp657 miliar.   

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, dampak pandemi covid-19 memang masih ada dan terasa sampai sekarang. Namun, perseroan masih bisa mencatatkan laba bersih di tengah tekanan pandemi covid-19.  

"Tentunya BSI juga dapat mencatat laba bersih sebesar Rp 742 miliar di kuartal I-2021 atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,85% secara yoy,” ujarnya secara virtual, Kamis (6/5/2021).  

Menurut Hery, capaian ini tidak terlepas dari banyak sekali stimulus yang diberikan pemerintah. Sehingga meskipun masih dalam kondisi pandemi covid-19 namun masih bisa mencatatkan laba. 

"Alhamdulillah walaupun masih ada dampak dari covid-19, kita sadar bahwa kuartal I-2021 ini memang masih terasa berat, walaupun di sisi lain pemerintah banyak sekali memberi stimulus agar pertumbuhan ekonomi itu meningkat," ucapnya. 

Sebagai informasi, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 159,07 triliun atau tumbuh 14,74% yoy. Dari jumlah tersebut, komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp71,6 triliun yakni sebesar 45% dari total pembiayaan.  

Kemudian di posisi kedua ada pembiayaan, dari segmen korporasi Rp 37,3 triliun  atau sekitar 23,5%. Selanjutnya yang ketiga dari segmen kecil dan menengah Rp 20,8 triliun atau 13,1%.  

Lalu di posisi empat adalah segmen mikro Rp15 triliun atau 9,4% dari total pembiayaan korporasi. Kemudian yang keliman sekaligus terakhir adalah dari segmen komersial Rp 9,6 triliun atau sekitar 6,1%. 

Adapun kualitas pembiayaan ditunjukkan dengan penurunan NPF gross dari 3,35% di kuartal I-2020, menjadi 3,09% di kuartal I-2021. Perseroan juga mencadangkan cash coverage sebesar 137,48% sampai kuartal I-2021. 

Dari sisi Liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai kuartal I-2021 mencapai Rp 205,5 triliun. Angka itu naik 14,3% dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp 179,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 14,73%, sehingga meningkatkan rasio CASA dari 57,54% pada kuartal I-2020, menjadi 57,76% di kuartal I-2021. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD