AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp1.072,9 Triliun di Kuartal I-2022

BANKING
Anggie Ariesta
Rabu, 27 April 2022 16:53 WIB
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 8,93 persen secara year on year (YoY) mencapai Rp1.072,9 triliun pada kuartal I-2022
Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp1.072,9 Triliun di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)
Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp1.072,9 Triliun di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 8,93 persen secara year on year (YoY) mencapai Rp1.072,9 triliun pada kuartal I-2022. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri sebesar 6,65 persen yoy.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri telah merata di berbagai segmen. Segmen wholesale yang menjadi core competence Bank Mandiri mampu tumbuh 7 persen secara yoy, atau mencapai Rp 549,8 triliun di akhir Maret 2022.

Di samping itu, berkat implementasi bisnis ke arah digital pertumbuhan kredit ritel Bank Mandiri juga mampu menorehkan pencapaian positif.

Tercatat hingga kuartal I 2022 total kredit ritel Bank Mandiri mencapai Rp 292,5 triliun, tumbuh signifikan 10,37 persen secara YoY, terutama didorong oleh segmen mikro produktif yang tumbuh 19,69 persen YoY dan SME yang tumbuh 10,97 persen YoY.

Pencapaian segmen Mikro terutama ditopang oleh penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) Bank Mandiri sebesar Rp 10,49 triliun per Maret 2022. Realisasi tersebut setara dengan 26,2 persen dari total plafon KUR yang ditugaskan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp 40 triliun sepanjang tahun 2022.

"Dalam mendorong ekspansi kredit, Bank Mandiri senantiasa memprioritaskan prinsip kehati-hatian. Hasilnya, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kami terus membaik. NPL gross secara konsolidasi mampu dijaga pada level rendah 2,66 persen per Maret 2022, menurun 49 basis poin (bps) dari posisi yang sama tahun sebelumnya," jelas Darmawan dalam paparan kinerja BMRI.

Pada hari ini, Rabu (27/4/2022), Bank Mandiri melaporkan kinerja keuangan untuk kuartal I 2022, dengan ringkasan kinerja sebagai berikut :
• Laba Bersih : Rp 10 triliun, naik 70 persen YoY
• Pendapatan Bunga Bersih : Rp 20,48 triliun, naik 17,1 persen YoY
• Cost to Income Ratio : 36,43 persen, turun 565 bps YoY
• Rasio Cost of Credit : 1,45 persen , turun 85 bps YoY
• Rasio NPL Coverage : 266,4 persen, naik 3.084 bps YoY
• Loan at Risk (LaR) : 17,2 persen , turun 457 bps YoY

(TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD