Realisasi penyaluran kredit konsolidasi sepanjang 2025 juga ditopang oleh pendanaan berbasis dana murah (CASA) yang naik 16,7 persen yoy menjadi Rp53,2 triliun dan rasio CASA yang tumbuh menjadi 40,6 persen.
Secara konsolidasi, total DPK SMBC Indonesia meningkat 8 persen yoy menjadi Rp131,0 triliun pada akhir tahun lalu.
SMBC Indonesia mencatatkan, liquidity coverage ratio (LCR) perseroan mencapai 229,4 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 123 persen per 31 Desember 2025. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi tercatat di angka 29,3 persen.
Sementara itu, gross non-performing loan ratio secara konsolidasi berada di level 2,6 persen pada akhir Desember 2025, sedikit membaik dibandingkan 2,8 persen pada akhir September 2025.
Per akhir Desember 2025, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2 persen (yoy).
(DESI ANGRIANI)