"Pada expo anniversary sebelumnya, penjualan rumah primary tercatat meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan kuartal I 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa expo dapat menjadi sarana efektif untuk mendorong pertumbuhan kredit konsumen, khususnya penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)," tegasnya.
BCA pun berharap kegiatan expo dapat terus meningkatkan penyaluran KPR kepada masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan kredit konsumen perseroan. Di tengah pertumbuhan kredit KPR yang lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya, posisi BCA di pasar KPR masih tergolong kuat.
"Berdasarkan data publik, market share BCA untuk KPR non-subsidi mencapai 21,3 persen. Sementara dari sisi booking, pangsa BCA disebut telah berada di atas 26 persen dan termasuk salah satu yang terbesar di pasar. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap pembiayaan rumah masih tetap terjaga, meskipun kondisi pasar kredit KPR pada tahun ini cenderung lebih menantang," lanjutnya.
Secara keseluruhan, total kredit BCA telah berada di atas Rp1.000 triliun untuk seluruh segmen. Untuk produk KPR, suku bunga floating BCA saat ini tetap berada di level 11 persen meskipun terdapat kenaikan pada benchmark rate.
Selain itu, BCA menyediakan penawaran bunga khusus bagi developer yang bekerja sama maupun nasabah. Perseroan memastikan penawaran tersebut tetap kompetitif dan tidak kalah menarik dibandingkan program yang ditawarkan dalam BCA Expoversary 2026.