sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Catat Kredit Nganggur Makin Tinggi, Capai Rp2.506,47 Triliun

Banking editor Nia Deviyana
19/02/2026 18:59 WIB
Angka tersebut setara 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia dan meningkat dibandingkan Desember 2025 yang sebesar Rp2.439,2 triliun.
BI Catat Kredit Nganggur Makin Tinggi, Capai Rp2.506,47 Triliun. Foto: iNews Media Group.
BI Catat Kredit Nganggur Makin Tinggi, Capai Rp2.506,47 Triliun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan masih cukup besar, yaitu mencapai Rp2.506,47 triliun per Januari 2026. 

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, angka tersebut setara 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia dan meningkat dibandingkan Desember 2025 yang sebesar Rp2.439,2 triliun.

"Pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia," ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Dari sisi penawaran, Perry menjelaskan perbankan nasional memiliki kapasitas likuiditas yang sangat memadai. Hal ini tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada di level 27,54 persen, serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 13,48 persen (yoy).

Meskipun persyaratan pemberian kredit (lending requirement) secara umum semakin longgar, BI mencatat adanya sikap selektif pada segmen UMKM dan konsumsi karena faktor risiko. Namun, secara keseluruhan, Bank Indonesia tetap optimistis terhadap target tahunan.

"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran 8-12 persen. Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk terus memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut," kata Perry.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement