Namun, pada survei yang berbeda sebelumnya, mayoritas cukup besar ekonom, yakni 15 dari 22 responden, memperkirakan suku bunga acuan akan naik dari 5,75 persen menjadi 6 persen atau lebih sebelum akhir tahun.
Pandangan tersebut telah muncul bahkan sebelum dampak negatif dari pengumuman MSCI, mencerminkan kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi, sementara sikap hawkish Federal Reserve AS akan terus menekan rupiah.
Tidak ada konsensus yang jelas di antara para ekonom mengenai arah suku bunga setelah tahun ini. Proyeksi median menunjukkan suku bunga kebijakan akan bertahan di level 6 persen sepanjang 2027.
"Pada akhirnya, salah satu prioritas utama mereka adalah stabilitas rupiah," kata Ekonom Senior ASEAN di OCBC Bank, Lavanya Venkateswaran.
(NIA DEVIYANA)