sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Dorong Perluasan Pembiayaan UMKM, Tembus Rp285 Miliar di Juli 2026

Banking editor Anggie Ariesta
22/08/2026 12:06 WIB
BI bertindak sebagai pendorong utama dalam memperluas akses permodalan UMKM, baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand).
BI Dorong Perluasan Pembiayaan UMKM, Tembus Rp285 Miliar di Juli 2026. (Foto: iNews Media Group)
BI Dorong Perluasan Pembiayaan UMKM, Tembus Rp285 Miliar di Juli 2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatatkan akumulasi nilai fasilitasi business matching pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp285 miliar hingga Juli 2026. Capaian tersebut mencakup alokasi pembiayaan inklusif sebesar Rp150 miliar serta pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp135 miliar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan BI bertindak sebagai pendorong utama dalam memperluas akses permodalan UMKM, baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand).

“Bank Indonesia berperan sebagai katalis dalam memperkuat pembiayaan UMKM dari sisi supply dan demand," kata Aida dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).

Dari sisi penawaran, BI memanfaatkan instrumen Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) serta Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk merangsang penyaluran kredit perbankan ke sektor UMKM. 

Sementara dari sisi demand, akselerasi transaksi digital via QRIS membantu UMKM membangun rekam jejak keuangan usaha.

“Penguatan ekosistem pembiayaan UMKM ke depan memerlukan komitmen yang konsisten, inovasi yang adaptif, serta sinergi yang semakin erat antara Bank Indonesia, pemerintah, sektor keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya," kata Aida.

Perluasan akses permodalan tersebut direalisasikan lewat penandatanganan kesepakatan pembiayaan antara delapan lembaga keuangan bersama UMKM mitra dalam gelaran Gebyar Pembiayaan KKI 2026 di JICC Jakarta, Jumat (21/8/2026). Delapan bank peserta mencakup BRI, BCA, BSI, Bank Mandiri, SMBC, Panin Bank, OCBC, dan BNI.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut menekankan pentingnya pendampingan kapasitas usaha agar kualitas pembiayaan tetap terjaga. 

Maman menjelaskan bahwa hingga 20 Agustus 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) nasional telah menembus Rp197 triliun kepada 3,05 juta pelaku UMKM, dengan porsi 65 persen diserap oleh sektor produksi.

“Pembiayaan yang ditandatangani hari ini diharapkan dapat menjadi modal bagi penambahan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan peningkatan omzet," ujar Maman.

Pemerintah dan BI turut memperkuat kesiapan pencatatan keuangan UMKM melalui platform digital seperti SAPA UMKM, aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan), dan BISAID (Sistem Aplikasi Input Data).

Sepanjang semester I-2026, aplikasi SIAPIK telah membantu 63.396 pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang terstandar. Sementara itu, basis data BISAID mempermudah 476 UMKM mendapatkan akses pembiayaan sepanjang 2025.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement