Kredit Berkualitas dan Kualitas Aset Terjaga
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, ekspansi kredit dilakukan secara selektif pada semua segmen, dengan menerapkan standar analisis kelayakan kredit (underwriting) yang disiplin. Strategi tersebut mendorong pangsa pasar kredit BNI meningkat 113 basis poin (bps) YoY menjadi 10,6 persen.
Dari sisi pendanaan, penguatan layanan perbankan transaksi melalui BNIdirect dan wondr by BNI turut mendorong pertumbuhan CASA sebesar 19,6 persen YoY menjadi Rp733,7 triliun. Hingga September 2026, giro BNI tumbuh 25,9 persen YoY, melampaui pertumbuhan industri sebesar 9,8 persen berdasarkan data Agustus 2026.
Pangsa pasar giro meningkat 120 bps menjadi 13,2 persen, sementara pangsa pasar tabungan naik 10 bps menjadi 9,2 perse , didukung pertumbuhan tabungan BNI sebesar 11,6 persen YoY.
Di tengah tekanan margin industri, net interest margin (NIM) BNI turun 30 bps menjadi 3,5 persen, sejalan dengan penurunan NIM industri. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi penyesuaian imbal hasil kredit (loan yield) dari 7,3 persen menjadi 6,9 persen. Sementara itu, biaya dana atau cost of fund (CoF) relatif terkendali, dari 2,83 peesen menjadi 2,77 persen, didukung pertumbuhan CASA yang kuat.
"Pertumbuhan kredit yang selektif dan penguatan dana murah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan profitabilitas. Kami terus mengoptimalkan struktur pendanaan agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan," tutur Paolo.