Pendekatan tersebut memungkinkan BNI memahami dinamika pasar tenaga kerja, tren skill masa depan, serta meningkatkan efektivitas proses rekrutmen dan engagement kandidat. Melalui strategi tersebut, BNI juga berhasil memperkuat positioning sebagai salah satu employer of choice di industri perbankan nasional.
Nilai budaya BNI diwujudkan melalui empat nilai utama yakni profesionalisme, integritas, orientasi pelanggan, dan penyempurnaan tiada henti, yang kemudian diterjemahkan dalam enam semangat kerja atau 6 Karsa seperti agility, growth mindset, kolaborasi, hingga excellence in execution. Budaya tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang future-ready dan mampu bersaing di era digital.
Selain mendukung kebutuhan bisnis jangka panjang, transformasi human capital yang dijalankan BNI juga selaras dengan upaya perusahaan dalam menyiapkan talenta unggul yang mampu menjawab tantangan era digital, analytics, dan sustainability.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem pembelajaran dan pengembangan talenta yang agile, future-ready, serta mampu mendorong daya saing BNI di tingkat nasional maupun global,” kata Munadi.
Ke depan, BNI akan terus memperluas implementasi strategi human capital berbasis teknologi dan data analytics guna menciptakan organisasi yang semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan talenta berkelanjutan.
(NIA DEVIYANA)