Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari manfaat nyata dan keberlanjutan dampaknya bagi masyarakat.
“Sebagai salah satu institusi perbankan nasional, BRI tidak hanya berkomitmen memberikan layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL BRI Peduli. Melalui BRI Peduli, kami terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat berkelanjutan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional,” kata Dhanny.
Hingga Oktober 2026, Program Desa BRILiaN 1.000 HPK telah merevitalisasi dua posyandu, yakni Posyandu Matahari di Dusun Kaliurang Barat dan Posyandu Lily di Dusun Purworejo, serta memberikan pelatihan kepada puluhan kader dari 13 posyandu. Program tersebut juga menjangkau 21 ibu hamil dan 27 peserta kelas gizi melalui edukasi kesehatan kehamilan dan pemenuhan nutrisi, memantau pertumbuhan 141 balita sebagai upaya deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan, serta memberikan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 23 ibu hamil dan 24 balita dengan kondisi gizi kurang.
Bupati Sleman Harda Kiswaya memandang Posyandu Lily sebagai fasilitas yang memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus memperluas akses edukasi bagi keluarga. “Peresmian Posyandu Lili menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat. Posyandu memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat pemantauan pertumbuhan anak, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi orang tua mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pola asuh, serta pencegahan masalah kesehatan lainnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, BRI juga meresmikan Kebun Pangan Perempuan berbasis polibag yang menyediakan sayuran segar bebas pestisida kimia untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga dan penyediaan PMT berbahan pangan lokal. Kebun tersebut turut memberdayakan Kelompok Wanita Tani melalui pemanfaatan pekarangan serta pengolahan dan pemasaran hasil panen. Selain memberikan nilai ekonomi, Kebun Pangan Perempuan menjadi ruang pembelajaran komunitas mengenai pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.
(Shifa Nurhaliza Putri)