IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) mengungkapkan rencana untuk mengambil alih PT Asuransi Binagriya Upakara. Namun, akuisisi perusahaan asuransi umum itu masih menunggu restu dari pemegang saham, PT Danantara Asset Management.
Aksi korporasi tersebut disiapkan BTN usai bank spesialis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini mencatatkan performa keuangan yang positif sepanjang 2025. Kehadiran perusahaan asuransi umum dinilai bakal memperkuat kinerja BTN sekaligus melengkapi ekosistem perseroan dalam menyalurkan KPR.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, selain memperkuat ekosistem BTN, Asuransi Binagriya saat ini juga membutuhkan dukungan modal guna memenuhi ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam Peraturan OJK (POJK) 23/2023, perusahaan asuransi konvensional wajib memiliki ekuitas minimal Rp250 miliar pada 2026 dan Rp1 triliun pada 2028.
Nixon juga menyoroti kinerja Asuransi Binagriya yang dinilainya sangat sehat. Berdasarkan penilaian awal, Asuransi Binagriya memiliki tingkat pengembalian aset (Return on Assets/ROA) di atas 5 persen dan tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) mencapai 18 persen.
“Jadi kami tunggu itu aja mau kemananya, apakah BTN beli dulu, lalu dibeli oleh Indonesia Financial Group (IFG) atau langsung dibeli IFG atau bagaimana skemanya kami masih perlu konsolidasi, jadi belum ada keputusan apapun,” ujarnya di Menara BTN, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Sebagai informasi, Asuransi Binagriya bukan perusahaan asuransi yang asing bagi BTN. Sejak awal berdiri pada 1990, Asuransi Binagriya sudah menjalin kerja sama dengan BTN untuk memberikan perlindungan asuransi bagi nasabah KPR BTN hingga menjadi captive market-nya.
Berdasarkan data terakhir 2023, Asuransi Binagriya dikendalikan oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) BTN dengan porsi saham 75,37 persen. Selain itu, pemegang saham lainnya yakni Gamatama Sentra Sejahtera (anak usaha Dapen BTN) 13,69 persen), Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKK BI) 4,93 persen, Dapen BTN 3,31 persen, Capt. Sony Paago 1,48 persen, dan Dapen Jasindo 1,22 persen.
Nixon sebelumnya juga mengungkapkan rencana BTN untuk mengakuisisi perusahaan asuransi umum. Dia beralasan akuisisi perusahaan asuransi oleh BTN sangat penting untuk menekan biaya premi asuransi bagi nasabah BTN.
"Oh kita memang masih ngusulin ke pemerintah dalam hal ini Danantara ya, untuk kita boleh mengakuisisi satu perusahaan, yang asuransi terutama, karena memang kita butuh mortgage insurance (asuransi KPR) hari ini," ujarnya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Dengan akuisisi ini, Nixon yakin biaya premi bagi nasabah KPR BTN akan lebih terjangkau. Di samping itu, kehadirannya juga akan melengkapi ekosistem KPR, khususnya asuransi yang selama ini baru menjangkau asuransi jiwa.
(Rahmat Fiansyah)