Sebagai informasi, Asuransi Binagriya bukan perusahaan asuransi yang asing bagi BTN. Sejak awal berdiri pada 1990, Asuransi Binagriya sudah menjalin kerja sama dengan BTN untuk memberikan perlindungan asuransi bagi nasabah KPR BTN hingga menjadi captive market-nya.
Berdasarkan data terakhir 2023, Asuransi Binagriya dikendalikan oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) BTN dengan porsi saham 75,37 persen. Selain itu, pemegang saham lainnya yakni Gamatama Sentra Sejahtera (anak usaha Dapen BTN) 13,69 persen), Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKK BI) 4,93 persen, Dapen BTN 3,31 persen, Capt. Sony Paago 1,48 persen, dan Dapen Jasindo 1,22 persen.
Nixon sebelumnya juga mengungkapkan rencana BTN untuk mengakuisisi perusahaan asuransi umum. Dia beralasan akuisisi perusahaan asuransi oleh BTN sangat penting untuk menekan biaya premi asuransi bagi nasabah BTN.
"Oh kita memang masih ngusulin ke pemerintah dalam hal ini Danantara ya, untuk kita boleh mengakuisisi satu perusahaan, yang asuransi terutama, karena memang kita butuh mortgage insurance (asuransi KPR) hari ini," ujarnya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Dengan akuisisi ini, Nixon yakin biaya premi bagi nasabah KPR BTN akan lebih terjangkau. Di samping itu, kehadirannya juga akan melengkapi ekosistem KPR, khususnya asuransi yang selama ini baru menjangkau asuransi jiwa.
(Rahmat Fiansyah)