AALI
9575
ABBA
242
ABDA
0
ABMM
2340
ACES
780
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7075
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
175
ADRO
2930
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
690
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1045
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.36
-0.6%
-3.25
IHSG
6960.56
-0.51%
-35.89
LQ45
1001.54
-0.6%
-6.09
HSI
22174.96
-1.09%
-244.01
N225
26808.88
-0.89%
-240.59
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
867,540 / gram

Cegah Serangan Siber, BCA Anggarkan Belanja Modal Khusus IT Rp5 Triliun

BANKING
Anggie Ariesta
Senin, 13 Juni 2022 15:13 WIB
Alokasi dana untuk capex mayoritas itu memang digunakan untuk IT dan tentunya majority untuk keamanan siber.
Cegah Serangan Siber, BCA Anggarkan Belanja Modal Khusus IT Rp5 Triliun (FOTO:MNC Media)
Cegah Serangan Siber, BCA Anggarkan Belanja Modal Khusus IT Rp5 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) khusus untuk keamanan siber sekitar Rp500 miliar. Adapun keseluruhan capex untuk IT sudah dianggarkan sekitar Rp5 triliun untuk tahun ini.

EVP Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn mengatakan, alokasi dana untuk capex mayoritas itu memang digunakan untuk IT dan tentunya majority untuk keamanan siber.

"Yang kemarin tentu menjadi kajian yang sangat serius di internal BCA sehingga kita ingin membuat alokasi yang sangat reasonable jadi sekitar Rp5 triliun untuk tahun ini, khusus untuk cyber saja Rp500 miliar," ujar Hera di Jakarta, Senin (13/6/2022).

Direktur BCA, Haryanto T. Budiman menyampaikan sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, keamanan siber merupakan sesuatu yang sangat diperhatikan bagi perseroan.

Haryanto membeberkan bahwa BCA memproses sebanyak 55–60 juta transaksi setiap harinya dengan jumlah besar. Maka dari itu, BCA sangat memperhatikan keamanan siber.

“Jadi untuk sistem, kita selalu perkuat sistem, karena kita adalah salah satu transaction bank terbesar di Indonesia. Jadi kita harus jaga sistem kita,” tegas Haryanto.

Selain itu, Haryanto mengungkapkan bahwa mayoritas permasalahan perbankan sebenarnya bukan dari serangan siber menyerang sistem, melainkan pada social engineering.

Haryanto berharap agar masyarakat, terutama nasabah BCA, paham untuk jangan pernah memberikan data pribadi ke pihak yang mengaku sebagai pegawai BCA.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD