sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BCA Bukukan Laba Bersih Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen

Banking editor Anggie Ariesta
27/01/2026 17:18 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih Rp57,5 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 
BCA Bukukan Laba Bersih Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen. Foto: iNews Media Group.
BCA Bukukan Laba Bersih Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih Rp57,5 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, mengatakan pertumbuhan ini didorong penyaluran kredit yang solid serta efisiensi operasional yang semakin membaik.

"BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas juga membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif," ujar Hendra dalam Virtual Press Conference Paparan Kinerja Sepanjang Tahun 2025 BCA, Selasa (27/1/2026).

Hingga Desember 2025, total kredit BCA tercatat mencapai Rp993 triliun, tumbuh 7,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Secara rata-rata sepanjang tahun, pertumbuhan kredit menyentuh angka 10,8 persen. Penyaluran ini tersebar ke berbagai sektor produktif seperti manufaktur, perdagangan, hingga rumah tangga.

Rincian portofolio kredit BCA pada akhir 2025 meliputi Kredit Usaha mencapai Rp756,5 triliun (naik 9,9 persen YoY), Kredit Konsumer terjaga di angka Rp224,1 triliun, didorong oleh KPR sebesar Rp142,3 triliun dan KKB senilai Rp56,6 triliun, dan Pinjaman Konsumer Lain tumbuh 9,8 persen YoY menjadi Rp25,2 triliun.

Rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,3 persen, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali pada level 1,7 persen.

BCA semakin mempertegas komitmennya pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Kredit ke sektor berkelanjutan melonjak 11,7 persen YoY menjadi Rp255 triliun, menyumbang 25,8 persen dari total portofolio.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement