Pembiayaan untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) juga tumbuh dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun, dan kredit kendaraan listrik naik 53 persen YoY menjadi Rp3,6 triliun.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2 persen YoY mencapai Rp1.249 triliun, dengan dana murah (CASA) mendominasi sebesar Rp1.045 triliun. Sementara itu, transformasi digital mencatat total frekuensi transaksi mencapai 42 miliar kali sepanjang 2025, atau naik 17 persen YoY.
Hendra menjelaskan, pengembangan aplikasi myBCA terus menjadi prioritas dengan penambahan fitur-fitur mutakhir, termasuk integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
"Kombinasi antara efisiensi yang tecermin dari perbaikan cost to income ratio (CIR) serta pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,1 persen YoY menjadi fondasi kokoh bagi laba bersih BCA untuk terus tumbuh di masa depan," kata dia.
(NIA DEVIYANA)