IDXChannel - Ketidakpastian global yang masih tinggi membuat para pemangku kepentingan semakin bersinergi untuk menjaga perekonomian nasional, terutama nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Jika stabilitas rupiah dapat dijaga, maka akan berdampak positif terhadap industri keuangan dan sektor rill yang pada akhirnya menjaga momen pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Departemen Perizinan dan Manajemen Krisis Perbankan (DPMKP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aslan Lubis mengatakan tahun ini bukanlah tahun yang mudah buat industri jasa keuangan. Pasalnya, tantangan yang ada tidaklah ringan, baik yang berasal dari tingginya ketidakpastian di pasar global maupun juga situasi domestik.
Di global ketidakpastian geopolitik akibat perang Iran-Amerika Serita yang masih berlanjut hingga saat ini. Kemudian banyak negara yang semakin proteksionis mengutamakan negaranya sendiri, yang dimulai oleh Amerika Serikat.
“Semua faktor ketidakpastian itu kemudian mengganggu rantai pasok global, khususnya energi, yang sama-sama kita ketahui juga kita sekarang sudah menjadi net importir, khususnya di minyak," kata Aslan dalam diskusi Forekbank Financial Outlook 2026 di Jakarta, hari ini, Kamis (29/7/2026).