"Upaya mitigasi dari perkembangan dan pelemahan nilai tukar rupiah itu adalah hedging. Ini adalah upaya korporasi dan lembaga keuangan untuk melindungi nilai aset dan investasinya dari risiko pelemahan nilai tukar," kata Piter.
Piter melanjutkan, sistem keuangan dan perbankan domestik saat ini telah menyediakan berbagai instrumen lindung nilai yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. Antara lain Forex Forward, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), FX Swap, FX Option, Cross Currency Swap, hingga Interest Rate Swap.
“Sinergi yang solid antara kebijakan fiskal yang adaptif, kebijakan moneter yang kredibel dan independen, serta pengawasan sektor keuangan yang kuat diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional agar tetap prudent, resilient, dan teruji,” ujar Piter.
Dari sisi pelaku perbankan, di Tengah ketidakpastian ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menajamkan fokus strategi pembiayaan dengan menyeimbangkan ekspansi bisnis, efisiensi operasional, serta manajemen risiko terukur.
Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan perseroan tidak hanya efektif secara kuantitatif, tetapi juga menjaga kualitas pembiayaan, likuiditas yang sehat, serta memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.