AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

CIMB Niaga Dorong Perekonomian Rendah Karbon

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Minggu, 31 Januari 2021 13:30 WIB
CIMB Niaga memasuki babak baru dalam implementasi keuangan berkelanjutan yaitu dengan menerbitkan Panduan Sektor Perkebunan Kelapa Sawit.
CIMB Niaga Dorong Perekonomian Rendah Karbon (FOTO: MNC Media)
CIMB Niaga Dorong Perekonomian Rendah Karbon (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memasuki babak baru dalam implementasi keuangan berkelanjutan yaitu dengan menerbitkan Panduan Sektor Perkebunan Kelapa Sawit.

Panduan tersebut bertujuan agar aktivitas pembiayaan sektor perkebunan kelapa sawit di CIMB Niaga selaras dengan prinsip keuangan berkelanjutan.

Selain itu, inisiatif ini dimaksudkan untuk mendorong praktik-praktik terbaik keberlanjutan di industri tersebut serta mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan berkontribusi positif dalam aksi mitigasi perubahan iklim.

Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga Fransiska Oei mengatakan, sebagian debitur pembiayaan kelapa sawit CIMB Niaga telah atau dalam proses mendapatkan sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) dan/atau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

"Selain itu, perseroan mendorong agar debitur juga memiliki komitmen terhadap kebijakan No-Deforestation, No-Peat, No-Exploitation (N-DPE),” kata Fransiska di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

CIMB Niaga juga mendorong debitur untuk memasukkan peran serta petani kelapa sawit dalam rantai pasok perusahaan perkebunan kelapa sawit sehingga tercipta ekosistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Hal ini diharapkan dapat membentuk rantai pasok yang bertanggung jawab sehingga pada akhirnya mendukung perekonomian rendah karbon.

“Kami menilai implementasi keuangan berkelanjutan tidak dapat hanya dilakukan oleh Bank, namun harus melibatkan semua pihak," ucap Fransiska. (Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD