sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Defisit Menyusut Jadi USD0,9 Miliar, Kinerja Neraca Pembayaran RI Kuartal-II 2026 Tetap Terjaga

Banking editor Rohman Wibowo
23/08/2026 03:00 WIB
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal-II 2026 tercatat tetap terjaga.
Defisit Menyusut Jadi USD0,9 Miliar, Kinerja Neraca Pembayaran RI Kuartal-II 2026 Tetap Terjaga.
Defisit Menyusut Jadi USD0,9 Miliar, Kinerja Neraca Pembayaran RI Kuartal-II 2026 Tetap Terjaga.

Akumulasi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Di sisi lain, transaksi berjalan pada kuartal-II 2026 mencatatkan defisit sebesar USD12,5 miliar atau setara 3,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), melebar dibandingkan defisit pada kuartal-I 2026 yang sebesar 3,6 miliar dolar AS (1,0 persen dari PDB). 

Pembengkakan defisit ini dipengaruhi oleh faktor musiman dan kenaikan harga energi global. Sejalan dengan itu, pembengkakan defisit transaksi berjalan tersebut dipicu oleh lonjakan impor migas dan tingginya kebutuhan pengadaan barang modal untuk aktivitas ekonomi dalam negeri. 

Otoritas moneter memprakirakan tekanan pada pos transaksi berjalan ini hanya berlangsung temporer sejalan dengan dinamika siklus perdagangan luar negeri.

"Defisit neraca perdagangan migas meningkat akibat kenaikan impor minyak sejalan tingginya harga minyak dunia, sedangkan surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat lebih rendah dipengaruhi peningkatan impor nonmigas untuk kebutuhan kegiatan ekonomi dalam negeri yang masih tinggi," kata Denny. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement