Fitch menekankan adanya probabilitas tinggi atas dukungan pemerintah kepada BTN jika diperlukan. Penilaian ini didasari oleh status kepemilikan mayoritas pemerintah, peran kebijakan BTN yang krusial di sektor perumahan, serta posisinya sebagai bank komersial terbesar kelima di Indonesia.
BTN juga telah ditetapkan regulator sebagai bank berdampak sistemik domestik (Domestic Systemically Important Bank/D-SIB) dengan porsi aset sekitar 3,8 persen dari total industri perbankan per Juni 2026.
Fitch menambahkan, potensi gangguan terhadap fungsi BTN berisiko memberikan dampak signifikan bagi sektor properti serta stabilitas sosial ekonomi masyarakat.
“Posisi BTN sebagai pemimpin pasar KPR tentunya membawa tanggung jawab yang besar. Kami ingin memastikan bahwa skala bisnis yang semakin besar juga diikuti kemampuan yang semakin kuat untuk melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Ramon.