AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Fokus Nasabah Ultra Mikro, BRI Optimis Pertumbuhan Kredit Capai 8 Persen di 2022

BANKING
Anggie Ariesta
Rabu, 27 Oktober 2021 14:04 WIB
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengaku optimis kondisi perekonomian Indonesia akan semakin membaik.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengaku optimis kondisi perekonomian Indonesia akan semakin membaik. (Foto: MNC Media)
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengaku optimis kondisi perekonomian Indonesia akan semakin membaik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel– Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengaku optimis kondisi perekonomian Indonesia akan semakin membaik. Maka itu, pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun depan bisa lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun ini yakni di kisaran 8%.

“Jadi kalau tahun ini kita targetkan bisa tumbuh 6%–7%, tahun depan saya katakan sekitar 8%. Artinya lebih optimis dibandingkan tahun ini,” ujar Sunarso pada Press Conference Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan III Tahun 2021 secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Agar target pertumbuhan kredit tercapai, Sunarso mengungkapkan pihaknya memiliki dua strategi untuk menggaet nasabah.

Cara pertama adalah dengan mendorong nasabah eksisting, terutama mereka di sektor UMKM untuk naik kelas. Dengan bisnis yang semakin besar, Bank BRI yakin sektor ini bisa menciptakan loan demand tersendiri.

Kemudian, Bank BRI juga terus berupaya untuk memperluas inklusi finansial dengan cara mencari segmen nasabah yang lebih kecil, atau nasabah Ultra Mikro. Sunarso menyebutkan, Bank BRI sudah mempersiapkan infrastruktur untuk menjangkau nasabah Ultra Mikro, yaitu melalui Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM.

Lebih lanjut, Sunarso menilai masyarakat sudah lebih terbiasa dengan kondisi pandemi. Sehingga, dampak pembatasan sosial ke perekonomian tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Saya melihat, PPKM yang sangat ditakutkan orang di Q3 ternyata dampaknya tidak setajam PSBB. Artinya apa? orang mulai terbiasa dengan pembatasan-pembatasan dan disiplin-disiplin prokes dan menjalankan bisnis secara prudent,” pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD