Ekspansi kredit produktif dilakukan secara selektif pada sektor yang karakteristik bisnis dan risikonya dipahami Perseroan, antara lain aktivitas keuangan, pinjaman daerah, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
"Kami juga melanjutkan implementasi Commercial Business Centre (CBC) untuk meningkatkan efektivitas proses kredit sekaligus memperkuat tata kelola penyaluran pembiayaan," ujar Irwan.
Sedangkan, padasisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi BJBR tercatat mencapai Rp155,6 triliun per September 2026. Jumlah tersebut terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp31,4 triliun dan bank only sebesar Rp124,2 triliun.
Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,8 persen, sedangkan rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) berada pada level 44,9%.
Untuk memperkuat struktur pendanaan, Perseroan mendorong akuisisi nasabah, memperluas kerja sama payroll, dan meningkatkan aktivitas transaksi. Transformasi digital juga menjadi salah satu upaya memperluas basis nasabah dan mendorong penghimpunan dana murah.