Melalui kanal digital, pembukaan rekening baru mencapai sekitar 7.000 hingga 12.000 rekening per bulan. Perseroan terus mengembangkan kanal tersebut guna mempermudah akses layanan dan meningkatkan aktivitas transaksi nasabah.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 2,87 persen, sedangkan rasio Loan at Risk (LAR) berada pada level 9,92 persen per September 2026.
"Untuk menjaga kualitas portofolio, kami melanjutkan penyempurnaan proses underwriting, restrukturisasi kredit secara selektif, serta penerapan pedoman portofolio dan penetapan harga kredit (pricing) yang mempertimbangkan profil risiko," ujar Irwan.
Sedangkan, memasuki triwulan IV-2026, Perseroan memastikan bakal terus melanjutkan strategi growth with quality melalui penguatan dana murah, pengendalian biaya dana, pertumbuhan kredit secara selektif, peningkatan pendapatan berbasis komisi, dan efisiensi operasional.
Perseroan juga memperkuat pemulihan kredit bermasalah serta meningkatkan kualitas analisis dan penyaluran kredit untuk menjaga ketahanan portofolio.