AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Gandeng Sandi Negara, Bank Sinarmas Tingkatkan Keamanan Siber di Dunia Digital Banking

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Rabu, 23 Juni 2021 11:50 WIB
Bank Sinarmas semakin menunjukkan keseriusan dalam menghadapi risiko terancamnya keamanan informasi di Indonesia
Gandeng Sandi Negara, Bank Sinarmas Tingkatkan Keamanan Siber di Dunia Digital Banking (FOTO:MNC Media)
Gandeng Sandi Negara, Bank Sinarmas Tingkatkan Keamanan Siber di Dunia Digital Banking (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Bank Sinarmas semakin menunjukkan keseriusan dalam menghadapi risiko terancamnya keamanan informasi di Indonesia, terbukti dengan penyelengaraan kegiatan WRECK-IT secara rutin.  

Kembali di tahun 2021, WRECK-IT 2.0 hadir dengan mengusung tema “Exploiting the Cyber, Catching the Vulnerabilities, Securing the State”. Sama seperti sebelumnya, WRECK-IT terdiri dari dua rangkaian acara, yaitu CTF (Capture The Flag) Competition dan Webinar yang akan mengundang para ahli di bidangnya. 

WRECK-IT diadakan sebagai salah satu wujud upaya Pemerintah melalui sinergi Politeknik Siber dan Sandi Negara bersama Bank Sinarmas, untuk memberikan edukasi mengenai keamanan siber di era perkembangan teknologi dan internet yang semakin pesat. 

Kompetisi CTF yang berbasis pwnlab, diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah. Tujuan diadakannya kompetisi CTF ini sebagai salah satu rangkaian acara inti WRECK-IT 2.0 adalah untuk memperkenalkan secara lebih luas mengenai masalah-masalah keamanan yang timbul dikarenakan kerawanan sistem dalam bentuk challenge-challenge dalam CTF. 

Harapannya juga, CTF bisa menjadi salah satu sarana yang menyenangkan untuk belajar mengenai keamanan siber dan informasi. 

Selanjutnya, juga ada webinar dan diskusi panelis yang dapat diikuti oleh masyarakat umum, di mana peserta dapat berdiskusi secara interaktif kepada para pembicara yang hadir. 

Webinar sesi pertama akan membawakan topik “Kubernetes in a Nutshell: Vulnerabilities, Security, and Pentesting“, yang mengundang Giri Kuncoro, Software Engineer at Gojek, sebagai pembicara. Dan sesi kedua akan mengundang Faisal Yahya (Country Manager Indonesia Vantage Point Security), Stya Putra Pratama (Sr. Security Architect at Technology Company), dan Anggi Rifa Pradana (Security Assessment Analyst & Bug Hunter) sebagai pembicara, tentu dengan bahasan topik yang berbeda pula, yaitu “The Effectiveness of Threat Hunting in The Bug Bounty Program to Protect The Country”. 

“Kami menyadari semakin pesat perkembangan teknologi informasi saat ini membuat semakin tinggi pula ancaman resiko keamanan informasi yang akan terjadi khususnya di bidang transaksi yang bermedia internet. 

Untuk itu Bank Sinarmas bersinergi bersama Politeknik Siber dan Sandi Negara memberikan edukasi mengenai keamanan siber di era perkembangan teknologi dan internet yang semakin pesat, dengan harapan kita semua dibekali dengan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi keamanan siber. 

"Tak lupa pula hal ini sejalan dengan misi Bank Sinarmas yakni meningkatkan kemampuan Teknologi Informasi dan Sumber Daya Manusia dalam rangka memberikan layanan terbaik melalui payment system yang lengkap," ucap Frenky Tirtowijoyo, Direktur Utama Bank Sinarmas.

Dalam kesempatan konferensi pers virtual WRECK-IT 2.0, Direktur Digital Banking Bank Sinarmas Soejanto Soetjijo mengungkapkan, manajemen risiko dalam industri jasa keuangan seperti cyber security memang sangat penting dan suatu keharusan karena bagian dari risiko IT.

"Dari sisi Bank Sinarmas, karena ini sangat penting makanya kita bangun unit kerja sendiri dengan orang-orang khusus yang latar belakang pendidikannya di IT security. Dan dalam melindungi data itu kita miliki framework security yang dibantu konsultan internasional. Kita sudah miliki framework, sudah diaudit dan nilainya melebihi rata-rata di industri jasa keuangan," jelas Soejanto.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD