Laurencius mengibaratkan strategi ini seperti dana darurat dalam rumah tangga. Ketika terjadi hal yang tidak terantisipasi, bank tetap memiliki daya tahan yang solid tanpa mengganggu operasional utama.
"Kita harus agile. Bulan ini mungkin optimistis, tapi Februari bisa saja ada hal baru. Makanya kita perlu punya tabungan atau buffer untuk menghadapi skenario terburuk,” kata dia.
Strategi defensif ini dikombinasikan dengan penguatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Aplikasi Livin’ by Mandiri dan transaksi treasury menjadi andalan perseroan untuk menjaga pertumbuhan laba tanpa harus selalu menggerus modal seperti pada penyaluran kredit.
“Fee itu penting karena sifatnya berkelanjutan dan bebas kapital. Ini strategi kami untuk menopang pertumbuhan laba di luar pendapatan bunga,” kata Laurencius. (Nasywa Salsabila)
(NIA DEVIYANA)