sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indef Cermati Dinamika Independensi BI di Tengah Transisi Kepemimpinan

Banking editor Anggie Ariesta
22/08/2026 16:00 WIB
Indef mencermati bahwa independensi BI berada dalam titik penting yang dipengaruhi oleh tiga perkembangan utama, termasuk transisi kepemimpinan.
Indef Cermati Dinamika Independensi BI di Tengah Transisi Kepemimpinan. (Foto: iNews Media Group)
Indef Cermati Dinamika Independensi BI di Tengah Transisi Kepemimpinan. (Foto: iNews Media Group)

Di tengah pergerakan kurs yang menyentuh Rp17.994 per dolar AS dan yield SBN 10 tahun di tingkat 7,29 persen per akhir Juli, BI menaikkan BI-Rate secara akumulatif sebesar 100 bps sepanjang kuartal II-2026 menjadi 5,75 persen, sebelum akhirnya memutuskan untuk menahannya pada RDG 18–19 Agustus 2026.

Di saat bersamaan, BI memperluas insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga bertambah sekitar Rp4 triliun. Indef menilai langkah ini menunjukkan keberhasilan BI memisahkan fungsi stabilisasi moneter dan dukungan kucuran kredit melalui kanal kebijakan yang berbeda.

"Risiko yang perlu dipantau terletak pada proses: bagaimana rekomendasi yang 'mengikat' (Pasal 9A) ditafsirkan, sejauh mana BI memiliki ruang untuk memberikan tanggapan formal, dan apakah proses evaluasi dibuka secara memadai," ungkap Indef.

Terkait arah kebijakan ke depan, Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2027 mematok target pertumbuhan 6 persen dan defisit 2,40 persen dari PDB, serta menyerukan sinergi yang makin solid antara otoritas fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara.

Indef mengingatkan bahwa risiko utama yang perlu diantisipasi terletak pada batas antara koordinasi dan instruksi, terutama dalam menafsirkan rekomendasi evaluasi berkala.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement