Ketika Powell mulai memimpin The Fed pada Februari 2018, inflasi AS berada di angka 2,3 persen dan suku bunga kebijakan berada di kisaran 1,25-1,5 persen
The Fed kemudian memangkas suku bunga hingga mendekati nol pada Maret 2020, sambil melakukan pembelian aset skala besar untuk menyuntikkan triliunan dolar ke pasar.
Namun, kebijakan ekspansif ini, serta masalah rantai pasokan pasca-pandemi dan perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada Februari 2022, menyebabkan inflasi mencapai level tertinggi dalam 41 tahun terakhir, yaitu 9,0 persen pada pertengahan 2022 dibandingkan dengan 0,2 persen pada Mei 2020.
The Fed kemudian melakukan 11 kenaikan suku bunga dan mendorong suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam 22 tahun terakhir, yaitu 5,25-5,5 persen, untuk menekan kenaikan harga yang tak terkendali.
Suku bunga acuan Fed berada di kisaran 3,5-3,74 persen, dan inflasi berkisar di 3,3 persen pada Maret 2026, sementara tingkat pengangguran AS berada di 4,3 persen di tengah tekanan baru akibat tarif besar-besaran Trump dan guncangan energi akibat perang di Timur Tengah. (Wahyu Dwi Anggoro)