Purbaya mengatakan, model bank yang sedang dirancang ini akan memiliki karakteristik berbeda dari bank komersial pada umumnya, di mana aspek keuntungan bukan menjadi tujuan utama. Dengan begitu, BRI nantinya tetap fokus pada kegiatan bisnis yang bersifat komersial.
“BRI kan profit oriented, (bank UMKM) ini bukan profit oriented. Iya tidak rugi, tapi tidak gila-gilaan bunganya. Yang penting pembiayaannya bisa dilakukan berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM, didesain ekosistem yang menyeluruh,” katanya.
Di bawah BRI, PNM yang selama ini fokus menyalurkan pembiayaan mikro terus mencatat kinerja positif di mana pada tahun lalu membukukan laba bersih Rp1,13 triliun. Di periode yang sama, pendapatan PNM mencapai Rp15,78 triliun.
Sementara itu, Geo Dipa yang bergerak di bidang geothermal membukukan pendapatan sebesar Rp1,07 triliun pada 2025. Pendapatan tersebut disokong dari dua Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yakni PLTP Dieng dan PLTP Patuha.
(Rahmat Fiansyah)