sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kredit Bank Mandiri (BMRI) Naik Jadi Rp1.895 Triliun di 2025, Ini Faktor Pendorongnya

Banking editor Anggie Ariesta
05/02/2026 18:20 WIB
Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan penyaluran kredit Rp1.895 triliun per 31 Desember 2025, meningkat 13,4 persen secara yoy.
Kredit Bank Mandiri (BMRI) Naik Jadi Rp1.895 Triliun di 2025, Ini Faktor Pendorongnya. (Foto: iNews Media Group)
Kredit Bank Mandiri (BMRI) Naik Jadi Rp1.895 Triliun di 2025, Ini Faktor Pendorongnya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan penyaluran kredit Rp1.895 triliun per 31 Desember 2025, meningkat 13,4 persen secara year-on-year (YoY).

Sejalan dengan kredit, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp2.829,9 triliun dan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025.

"Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang," kata Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Realisasi kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis sejalan upaya Bank Mandiri berkontribusi untuk perekonomian nasional, ekonomi kerakyatan serta penciptaan lapangan kerja.

Terbukti, kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh kuat hingga 4,88 persen YoY sepanjang 2025, di saat pertumbuhan Kredit UMKM industri melambat. Hal ini menegaskan peran Bank Mandiri dalam mendukung 1,3 juta pelaku UMKM yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Riduan, pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.

“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan.

Lebih lanjut, bank berkode emiten BMRI ini menambahkan, pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen YoY.

Struktur pendanaan juga terjaga baik dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun sehingga likuiditas Bank Mandiri tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.  

Hingga akhir 2025, Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh 37,2 juta pengguna untuk mendukung aktivitas perbankan harian, meningkat 27 persen secara tahunan, dengan tingkat akuisisi sekitar 25 ribu pengguna per hari.

Seiring dengan pertumbuhan basis pengguna tersebut, aktivitas transaksi di Livin’ by Mandiri juga terus menunjukkan tren peningkatan yang solid sepanjang 2025, mencerminkan adopsi layanan digital yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Pada sisi wholesale, Kopra by Mandiri sebagai wholesale digital super platform memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai solusi digital satu pintu bagi nasabah korporasi, institusi, hingga pelaku usaha melalui platform yang terintegrasi.

Penguatan profitabilitas juga berasal dari diversifikasi sumber pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen YoY menjadi Rp48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang menjaga ketahanan fundamental secara jangka panjang.

Sepanjang 2025, dukungan tersebut terealisasi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement