AALI
12775
ABBA
195
ABDA
0
ABMM
3260
ACES
1005
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4850
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
174
ADRO
3300
AGAR
356
AGII
1945
AGRO
970
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1030
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
545.50
1.18%
+6.38
IHSG
6944.72
1.78%
+121.39
LQ45
1020.73
1.24%
+12.53
HSI
20502.48
1.9%
+381.80
N225
26708.55
1.16%
+305.71
NYSE
15035.87
-0.06%
-8.65
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
867,040 / gram

Laba Bank Raya (AGRO) Melonjak 167 Persen di Kuartal I-2022

BANKING
Anggie Ariesta
Rabu, 27 April 2022 16:02 WIB
Emiten perbankan, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) sukses membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp47,71 miliar.
Laba Bank Raya (AGRO) Melonjak 167 Persen di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)
Laba Bank Raya (AGRO) Melonjak 167 Persen di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten perbankan, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) sukses membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp47,71 miliar. Angka ini naik 167,03 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Beberapa indikator lainnya yang mengalami peningkatan secara pesat adalah perbaikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi sebesar 4,81 persen dari periode sebelumnya 3,39 persen dan pendapatan operasional lainnya yang meningkat sebesar 558,02 persen (year on year/yoy).

Pembukuan laba tersebut, didorong oleh kenaikan pendapatan operasional lainnya yang diperoleh dari penerimaan kembali aset keuangan yang telah dihapus buku/recovery write off sebesar Rp22,51 miliar atau meningkat 633,33 persen yoy. Kinerja ini dapat dicapai dengan terus memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usaha serta dengan mengingat proses transformasi bisnis Bank Raya yang masih berjalan.

Direktur Utama Bank Raya, Kaspar Situmorang mengatakan, ada strategi untuk mencapai profitabilitas pada tahun ini yang difokuskan menjadi dua strategi, yakni strategi ekspansi dengan pemanfaatan ekosistem BRI Group untuk pertumbuhan bisnis digital dan strategi perbaikan kinerja bisnis legacy Perseroan yang terus-menerus, yaitu fokus pada kualitas aset dan recovery.

"Selain itu, perbaikan kinerja Perseroan juga secara khusus ditujukan untuk pencapaian kegiatan operasional yang lebih efisien dan customer experience yang terus kami tingkatkan dari waktu ke waktu,” ujar Kaspar dalam keterangan resmi, Rabu (27/4/2022).

Pada kuartal I tahun 2022, dari sisi aset, Bank Raya menyalurkan kredit yang diberikan sebesar Rp9,53 triliun, sementara dari sisi liabilitas Bank Raya menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp10,15 triliun.

Meskipun terdapat penurunan dibandingkan periode sebelumnya, hal ini adalah dampak langkah strategis Perseroan untuk melakukan penataan kembali portofolio bisnis untuk fokus kepada pengembangan bisnis digital, khususnya di tengah proses transisi dari bisnis legacy Bank Raya.

Kinerja positif Bank Raya juga ditunjukkan melalui perbaikan sejumlah rasio keuangan, seperti rasio gross non-performing loan/gross NPL sebesar 1,40 persen, lebih baik dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 4,76 persen.

Secara khusus pinjaman digital Bank Raya, membukukan tingkat NPL yang lebih rendah, yaitu sebesar 0,21 persen. Jumlah pinjaman digital Bank Raya yang meliputi Pinang Connect, Pinang Maksima, Pinang Performa, dan Pinang Flexi tercatat sebesar Rp505 miliar.

Dari sisi simpanan, porsi CASA terhadap penghimpunan dana pihak ketiga berhasil meningkat menjadi sebesar 45,20 persen. Hingga saat ini, Bank Raya mencatatkan pertumbuhan nasabah baru sebanyak kurang lebih 450.000 nasabah melalui pembukaan rekening dan fitur saku yang terdapat pada Raya Digital Saving. Jumlah nasabah baru tersebut didorong oleh kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi Raya 2.0 yang telah diluncurkan pada 22 Februari 2022, dengan pembukaan rekening per hari mencapai sekitar 20.000 rekening.

Selain itu, pembukuan pendapatan pada kuartal pertama ini berdampak pada membaiknya rasio profitabilitas yaitu return on asset (ROA) sebesar 3,45 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 0,47 persen. Sementara itu, rasio return on equity (ROE) tercatat sebesar 9,11 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,74 persen.

Fungsi intermediasi Bank Raya juga ditunjukkan melalui Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) yang memadai sebesar 90,02 persen dengan struktur permodalan yang solid, sebagaimana ditunjukkan oleh rasio kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM/CAR) sebesar 25,87 persen. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD