Selain dari pembiayaan, kenaikan laba didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang tumbuh 30,4 persen yoy. Hal ini terakselerasi oleh lonjakan transaksi perbankan digital.
“Kenaikan transaksi juga cukup baik, transaksi mobile banking kita tumbuh 138 persen secara keseluruhan. Ini kalau kita bagi, transfer-transfer seperti RTGS, SKN itu tumbuh 74 persen,“ kata Pranata.
Transaksi mobile banking secara keseluruhan melesat 138 persen, ditopang oleh skema transfer RTGS dan SKN yang naik 74 persen, layanan BI-Fast yang tumbuh 135 persen, serta transaksi QRIS yang melonjak hingga 280 persen.
“Kemudian QRIS, yang memang sekarang lagi menjadi primadona, ini tumbuh 280 persen di BCA Syariah. Dan tentunya transaksi BI-Fast pun cukup baik, tumbuhnya 135 persen. Nah ini tentunya akan berdampak kepada peningkatan fee yang kita terima,” kata dia. (Febrina Ratna Iskana)