Pertumbuhan laba perseroan disokong oleh ekspansi kredit yang tumbuh 22,2 persen YoY menjadi Rp992,5 triliun di seluruh segmen.
Langkah ekspansi selektif ini berhasil mengerek pangsa pasar kredit BNI sebesar 113 basis poin (bps) YoY menjadi 10,6 persen.
Di saat yang sama, penghimpunan dana murah (current account savings account/CASA) melonjak 19,6 persen YoY menjadi Rp733,7 triliun.
Pertumbuhan giro BNI mencapai 25,9 persen YoY, melampaui pertumbuhan industri perbankan yang tercatat 9,8 persen per Agustus 2026. Hal ini mendorong pangsa pasar giro BNI naik 120 bps menjadi 13,2 persen, sedangkan pangsa pasar tabungan naik 10 bps menjadi 9,2 persen seiring pertumbuhan tabungan BNI sebesar 11,6 persen YoY.
Penguatan pendanaan ini ditopang oleh kinerja ekosistem digital. Hingga September 2026, jumlah pengguna aplikasi wondr by BNI mencapai 16,6 juta (tumbuh 58 persen YoY) dengan nilai transaksi Rp1.774 triliun (naik 25 persen YoY).