AALI
9625
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
790
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
825
ADMF
8075
ADMG
173
ADRO
2940
AGAR
324
AGII
2040
AGRO
735
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1570
AKRA
1065
AKSI
290
ALDO
845
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.60
-0.9%
-4.87
IHSG
6966.65
-0.7%
-49.41
LQ45
1001.87
-0.88%
-8.87
HSI
21999.91
-1.03%
-229.61
N225
26830.69
-0.15%
-40.58
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
868,113 / gram

Naik 12,39 Persen, Aset Perbankan di Sumut Capai Rp324,3 T di April 2022 

BANKING
Wahyudi Aulia Siregar
Jum'at, 17 Juni 2022 08:07 WIB
OJK ungkap pada April 2022 lalu total aset perbankan di Sumatera Utara tercatat sebesar Rp324,33 triliun.
Naik 12,39 Persen, Aset Perbankan di Sumut Capai Rp324,3 T di April 2022  (Dok.MNC)
Naik 12,39 Persen, Aset Perbankan di Sumut Capai Rp324,3 T di April 2022  (Dok.MNC)

IDXChannel - Kinerja perbankan di Sumatera Utara bergerak pulih dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding periode pra pandemi Covid-19. Kondisi itu tergambar dari pertumbuhan aset dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang mampu tumbuh double digit. 

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5, Yusup Ansori, mengatakan pada April 2022 lalu total aset perbankan di Sumatera Utara tercatat sebesar Rp324,33 triliun. Jumlah itu tumbuh 12,39% jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara untuk DPK, perbankan di Sumut berhasil menghimpun dana hingga Rp304, 18 triliun hingga April 2022. Jumlah itu tumbuh 12,45 persen dibandingkan April 2021. 

"Di Sumatera Utara terdapat 2 bank berkantor pusat, 55 bank berkantor cabang, dan 53 BPR/BPRS pada April 2022 terpantau bergerak pulih dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding periode pra pandemi Covid-19," papar Yusup pada Media Gathering yang digelar di Niagara Hotel Parapat, Kamis (16/6/2022) malam. 

Selain aset dan DPK, realisasi penyaluran kredit perbankan yang menggambarkan kinerja intermediasi perbankan juga mampu tumbuh positif. Tercatat penyaluran kredit/pembiayaan perbankan pada April 2022 mencapai Rp231, 83 triliun atau tumbuh 6,66 persen dibandingkan April 2021. 

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor UMKM yang memiliki share 29,15 persen dari total kredit dengan pertumbuhan yang sangat baik sebesar 13,71 persen (yoy). Kredit kepada korporasi juga terpantau kembali bertumbuh positif sebesar 1,35 persen (yoy), setelah mengalami  perlambatan sepanjang tahun 2020 dan 2021.

"Di saat kredit dapat didorong untuk bertumbuh, profil risiko perbankan juga tetap dapat dijaga dengan baik, tercermin dari rasio NPL gross yang turun hingga di bawah 3 persen, yaitu sebesar 2,5 persen," tukasnya.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD