AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

OCBC NISP: Literasi Keuangan Generasi Muda RI Rendah

BANKING
Oktiani Endarwati
Kamis, 19 Agustus 2021 20:21 WIB
Bekerja sama dengan NielsenIQ, Bank OCBC NISP merilis riset mereka yang menggambarkan kondisi kesehatan finansial generasi muda Indonesia.
OCBC NISP: Literasi Keuangan Generasi Muda RI Rendah (FOTO: MNC Media)
OCBC NISP: Literasi Keuangan Generasi Muda RI Rendah (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bekerja sama dengan NielsenIQ, Bank OCBC NISP merilis riset mereka yang menggambarkan kondisi kesehatan finansial generasi muda Indonesia dengan melihat sikap dan perilaku dalam pengaturan finansial serta bagaimana cara untuk memperbaikinya.

Hasil riset OCBC NISP Financial Fitness Index menunjukkan generasi muda Indonesia menjadi salah satu yang memiliki literasi keuangan yang rendah dengan rata-rata kesehatan finansial hanya mencapai 37,72, jauh dibandingkan Singapura yang mencapai 61.

Direktur Bank OCBC NISP Ka Jit mengatakan, riset tersebut juga menunjukkan hanya 14,3 persen anak muda yang terlihat berusaha menuju sehat finansial, namun nyatanya kondisi mereka masih belum ideal. Hal ini salah satunya dikarenakan pemahaman para generasi muda yang masih tidak tepat dan lengkap terkait kekayaan dan bagaimana mengelola keuangan.

Pemberitaan media juga menunjukan fenomena ikutan tren investasi saham namun menggunakan uang hasil hutang, atau nekat terjun ke cryptocurrency menggunakan uang sekolah atau tabungan nikah.

"Akses masyarakat pada produk dan layanan keuangan yang terus meningkat ternyata tidak selalu membawa dampak positif, khususnya di generasi muda jika mereka tidak dibekali dengan pemahaman keuangan yang baik," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (19/8/2021).

Riset OCBC NISP Financial Fitness Index menunjukan 85,6 persen generasi muda terlihat kurang sehat secara finansial dan perlu segera melakukan check-up. Sementara sisanya terlihat sehat namun ternyata PR-nya masih banyak.

"Generasi muda harus segera melakukan Financial Fitness Check Up sebagai langkah awal untuk memperbaiki kesehatan finansial mereka, dan jangan asal mengikuti tren keuangan atau ajakan investasi teman yang belum tentu tepat," jelas Ka Jit.

Director Customized Intelligence NielsenIQ Indonesia Inggit Primadevi mengatakan, dari hasil studi juga menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat untuk menabung atau memiliki dana darurat lebih tinggi seiring dengan penghasilan. 

Namun, dari mereka yang berpenghasilan cukup tinggi sekalipun, persentase yang memiliki dana darurat dan perencanaan anggaran masih rendah di bawah 50 persen dan persentase penghasilan yang ditabung pun masih terlalu kecil di bawah jumlah ideal 20 persen.

"OCBC NISP Financial Fitness Index tidak hanya sekadar memaparkan hasil riset kesehatan keuangan, namun menjadi tolak ukur untuk mengambil langkah kongkrit meraih kondisi kesehatan finansial," jelasnya.

Hasil riset dari OCBC NISP Financial Fitness Index ini menunjukan empat faktor utama bagaimana meningkatkan kesehatan finansial generasi muda, yakni dengan membuat alokasi anggaran, membuat pencatatan sederhana pengeluaran, konsultasi dengan financial planner dan terus belajar pengaturan keuangan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD