Sementara itu, Certified Financial Planner sekaligus Founder Finansialku Melvin Mumpuni mengatakan, kemudahan bertransaksi cashless perlu diimbangi dengan kebiasaan finansial yang sehat. Pasalnya, model pembayaran tanpa uang cash ini sangat membantu jika digunakan dengan sadar.
“Yang penting, pengguna perlu rutin mengecek histori transaksi, membatasi budget harian, serta membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali meskipun transaksi kini semakin mudah dilakukan,” ujar Melvin.
Melvin juga menyoroti fenomena 'gaji numpang lewat' yang kerap terjadi pada era cashless. Menurutnya, pengeluaran kecil yang dilakukan secara impulsif sering kali terasa ringan saat dilakukan, tetapi menjadi signifikan ketika terakumulasi dalam satu bulan.
Karena itu, evaluasi pengeluaran secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan finansial. Bahkan, literasi keuangan juga mencakup pemahaman mengenai keamanan transaksi digital.
Selain mengajak pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan, OVO juga terus memperkuat sistem perlindungan berlapis. Perlindungan tersebut mencakup autentikasi melalui PIN, OTP, dan biometrik, Fraud Detection System (FDS) untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, serta AI Protection Layer yang membantu mengidentifikasi berbagai pola fraud dan tren social engineering yang terus berkembang.
(Dhera Arizona)