“Transaksi non-tunai kini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian finansial masyarakat. Karena itu, kemudahan transaksi perlu dibarengi dengan literasi finansial agar pengguna dapat lebih sadar terhadap pola pengeluaran mereka,” kata Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Asep Haekal dalam diskusi di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Haekal menerangkan, melihat tren transaksi digital yang terus berkembang, OVO terus berupaya menghadirkan edukasi finansial yang lebih dekat dengan pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan digital sehari-hari. Tujuannya, untuk mendorong pengguna agar dapat memanfaatkan layanan digital secara lebih bijak, aman, dan terencana.
Terkait temuan OVO dalam hal transaksi digital di masyarakat, Haekal menilai hal itu menunjukkan pembayaran digital kini semakin digunakan dalam berbagai aktivitas harian yang dilakukan secara langsung di merchant fisik. Didukung oleh semakin luasnya adopsi QRIS, pembayaran digital tidak lagi hanya digunakan untuk kebutuhan online, tetapi juga untuk berbagai kebutuhan rutin masyarakat.
Jika ditelusuri lebih lanjut, transaksi terbesar pengguna OVO di merchant offline berasal dari kategori makanan dan minuman (F&B) yang menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 36,7 persen dari total transaksi OVO pada Mei 2026. Menariknya, transaksi tersebut didominasi oleh pembelian yang bersifat sederhana dan rutin dalam keseharian, mulai dari jajanan seperti pentol, paket nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi.