Di tengah pertumbuhan yang tinggi, Bank Muamalat tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai prioritas. Hingga akhir Agustus 2026, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) Solusi Emas Hijrah terjaga pada level nol persen. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan tetap diikuti dengan kualitas aset yang sehat.
Ke depan, Bank Muamalat melihat potensi pembiayaan emas syariah masih sangat besar, terutama pada segmen ritel dan emerging middle class. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam membangun aset sejak dini juga diperkirakan semakin memperluas kebutuhan terhadap solusi kepemilikan emas yang mudah, terencana, dan sesuai prinsip syariah.
“Kami ingin Solusi Emas Hijrah menjadi bagian dari perjalanan setiap keluarga dalam membangun aset dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan,” kata Ricky.
(kunthi fahmar sandy)