Di sisi lain, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menunjukkan peningkatan. Kredit UMKM tumbuh 2,68 persen pada September 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 2,32 persen.
OJK menyebut pertumbuhan kredit perbankan yang masih solid terutama didukung oleh penyaluran kredit bank-bank BUMN yang tumbuh 14,78 persen secara tahunan.
Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 8,22 persen secara tahunan menjadi Rp10.492 triliun. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 10,94 persen.
Berdasarkan komponennya, pertumbuhan DPK ditopang oleh giro yang meningkat 12,64 persen, tabungan sebesar 9,08 persen, dan deposito sebesar 3,78 persen secara tahunan. Meski terjadi pertumbuhan sepanjang September 2026, penghimpunan DPK mengalami perlambatan.
OJK menilai kinerja intermediasi perbankan masih terjaga solid dengan profil risiko yang terkendali. Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada di level 2,07 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen pada September 2026. (Febrina Ratna Iskana)