AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Pemerintah Target Penyaluran KUR 2022 Rp373,17 Triliun, Ini Strategi BRI

BANKING
Suparjo Ramalan
Selasa, 04 Januari 2022 06:30 WIB
Pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp373,17 triliun di 2022 dengan bunga tetap 6 persen.
Pemerintah Target Penyaluran KUR 2022 Rp373,17 Triliun, Ini Strategi BRI (FOTO: MNC Media)
Pemerintah Target Penyaluran KUR 2022 Rp373,17 Triliun, Ini Strategi BRI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Perekonomian menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp373,17 triliun di 2022 dengan bunga tetap 6 persen. Bagaimana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memenuhi target tersebut?

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto menyebut, target perusahaan sejalan dengan kebijakan pelaksanaan program KUR 2022 yang diterbitkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dimana, penyaluran KUR 2022 ditingkatkan menjadi sebesar Rp373,17 triliun. 

Sebagai penyalur KUR terbesar di tanah air, kata Catur, BRI merespon kebijakan pemerintah sebagai sesuatu yang positif. Pasalnya, KUR merupakan salah satu penopang pertumbuhan UMKM di Indonesia. 

Karena itu, emiten perbankan pelat merah sudah mempersiapkan infrastruktur terkait pengembangan UMKM, termasuk KUR.

“BRI menyambut baik alokasi KUR untuk tahun 2022, karena akan memperluas jangkauan bagi pelaku UMKM khususnya nasabah mikro BRI yang sedang berjuang untuk memulihkan usahanya. Selain itu, KUR menjadi salah satu growth engine bagi BRI di tengah kondisi ekonomi yang menantang,” ungkap Catur, Senin (3/1/2022).

Dia optimistis kondisi ekonomi nasional akan lebih baik di tahun ini. Saat ini, Indonesia berada pada momentum pemulihan ekonomi nasional, salah satunya dengan mengenjot pembiayaan UMKM KUR.

Senada, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan, BRI saat ini memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi target penyaluran KUR dari pemerintah.

Hal tersebut tercermin dari realisasi KUR BRI hingga akhir November 2021. Dimana, perusahaan telah menyalurkan KUR senilai Rp 181,39 triliun kepada lebih dari 6 juta nasabah. Angka ini setara dengan 93,02 persen dibandingkan dengan target penyaluran KUR BRI di tahun ini dengan nilai Rp195 triliun. 

Dari sisi sebaran KUR juga meningkat, pada 2019 jangkauan sebaran KUR mencapai 5,4 orang dari 100 orang mendapatkan fasilitas KUR dari BRI, dan pada tahun 2021 meningkat signifikan menjadi rata-rata sebanyak 8,7 dari 100 orang mendapatkan fasilitas KUR dari BRI.

Supari mencatat, segmen mikro BRI pada tahun ini masih akan menjadi driver pertumbuhan pinjaman BRI. Alokasi KUR, pengembangan Ultra Mikro dan menjaga pertumbuhan Kupedes akan menjadi kunci pertumbuhan segmen Mikro. 

Secara konsolidasian, hingga akhir September 2021, penyaluran kredit BRI tercatat mencapai Rp 1.026,42 triliun atau tumbuh 9,74 persen year on year (yoy).  Salah satu faktor utama penopang pertumbuhan penyaluran kredit mikro yang mencapai Rp.464,66 triliun atau tumbuh 41,32 persen yoy. 

"Hal ini menjadikan proporsi kredit mikro BRI mencapai 45,27 persen dari seluruh total kredit BRI," ungkapnya.
 
Supari juga mengungkapkan dalam penyaluran kredit, BRI telah memiliki business process yang optimal dan sistem yang efisien, sehingga hal ini mendukung upaya perseroan dalam penyaluran kredit di segmen Mikro, termasuk KUR. 

“Efisiensi penyaluran kredit didapatkan BRI melalui digitalisasi, dengan pemanfaatan resources kapabilitas IT dan business model yang sudah teruji saat ini, BRI mampu menjaga bottom line yang solid atau return yang optimal,” tutup Supari. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD