Dari sisi permodalan, TUGU mencatatkan Risk Based Capital (RBC) sebesar 410,9 persen pada 2025, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120 persen, memberikan ruang untuk menopang ekspansi bisnis dan menyerap risiko underwriting.
Riset tersebut juga menyoroti keberhasilan TUGU dalam mempertahankan rating internasional AM Best A- selama delapan tahun berturut-turut, memperkuat kredibilitas perseroan di mata insured maupun reasuransi global, khususnya pada segmen energi dan marine.
“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, manajemen tetap menerapkan prudent underwriting dengan fokus pada proyek yang memiliki profil risk-reward atraktif serta menjaga kerja sama dengan reasuransi global berperingkat minimal A- untuk mempertahankan kapasitas dan pricing yang kompetitif," tulis riset tersebut.
Di sisi lain, riset tersebut juga turut mengulas rencana Danantara untuk mengonsolidasikan sekitar 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga holding utama (jiwa, umum, serta reasuransi/ kredit) pada 2026.
Menurutnya, dalam konteks tersebut, aspek keberlanjutan hubungan strategis antara Pertamina sebagai pemegang saham pengendali dengan TUGU sebagai asuransi energi nasional juga menjadi faktor yang patut dipertimbangkan dalam desain model konsolidasi.