Indikator kualitas pembiayaan perseroan tercatat cukup baik hingga akhir Juni 2026. Rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) bruto berada di level 1,55 persen dan NPF neto sebesar 0,27 persen.
Posisi ini berada di bawah rata-rata industri pembiayaan nasional yang masing-masing tercatat di angka 3,06 persen untuk NPF bruto dan 0,85 persen untuk NPF neto.
Perseroan juga mencatatkan coverage ratio terhadap NPF bruto sebesar 2,63 kali serta gearing ratio pada posisi 1,2 kali.
Dari sisi pembukuan, total pendapatan BFI Finance naik 3,7 persen yoy menjadi Rp3,4 triliun. Tingkat profitabilitas perseroan tecermin dari Return on Assets (RoA) di level 8,1 persen dan Return on Equity (RoE) sebesar 15,1 persen.
Pada semester I-2026, BFI Finance melakukan perubahan struktur kepengurusan dengan mengangkat Djemi Suhenda dan Abdul Haris Muhammad Rum sebagai Komisaris Independen, serta menunjuk Amitoaj Singh sebagai Direktur Manajemen Risiko.