sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Minimalkan Kerugian, LPS Tawarkan BPR dan BPRS Bermasalah ke Investor

Banking editor Anggie Ariesta
07/09/2026 05:01 WIB
Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat ada 13 BPR/BPRS yang ditangani oleh LPS.
Minimalkan Kerugian, LPS Tawarkan BPR dan BPRS Bermasalah ke Investor. Foto: iNews Media Group.
Minimalkan Kerugian, LPS Tawarkan BPR dan BPRS Bermasalah ke Investor. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini tidak hanya melakukan tindakan likuidasi terhadap Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang bermasalah. Sebagai bentuk upaya meminimalkan kerugian, LPS mulai aktif menawarkan bank-bank tersebut kepada calon investor.  

Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat ada 13 BPR/BPRS yang ditangani oleh LPS. Dari total tersebut, sebanyak 11 BPR/BPRS telah resmi ditutup dan masuk ke tahap likuidasi, sementara dua BPR/BPRS sisanya masih berada dalam proses penanganan.  

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan pihaknya mendapatkan mandat baru untuk melakukan intervensi guna meminimalkan kerugian. Oleh karena itu, LPS membentuk divisi investor relation pada tahun ini guna menjembatani pihak perbankan dengan calon investor.  

“Jadi tidak hanya likuidasi, tapi juga kami akan membuat semacam investor relation, di mana kami juga menawarkan bank-bank yang bermasalah gitu ya," ujar Anggito di Bandar Lampung, dikutip Minggu (6/9/2026).  

Anggito menyebutkan bank bermasalah tersebut akan ditawarkan kepada investor yang berminat, baik untuk opsi akuisisi maupun penggabungan usaha (merger) dengan bank lain.  

"Ditawarkan siapa tahu ada investornya, siapa tahu ada yang mau beli gitu ya, karena toh sudah ada izinnya, sudah ada modalnya, tapi mungkin tata kelolanya kurang baik atau modalnya kurang," ujar Anggito. 

Meskipun saat ini dua bank yang sedang dalam penanganan belum mendapatkan investor, LPS akan terus berupaya mencari calon pembeli yang potensial.  

"Belum (dapet investor) ya kita pokoknya cari terus," kata Anggito.  

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement