IDXChannel - Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 mencatatkan surplus sebesar USD120 juta setelah dua bulan sebelumnya mencatatkan defisit. Kinerja Juli 2026 tersebut ditopang perdagangan nonmigas yang mencatat surplus USD3,10 miliar, dan mampu mengimbangi defisit perdagangan migas USD2,98 miliar.
Kinerja ekspor nonmigas yang tetap tumbuh ini turut memperkuat perdagangan Indonesia di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Juli 2026 menunjukkan kinerja perdagangan Indonesia yang tetap terjaga. Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekspor Indonesia yang mencapai 2,98 persen dibandingkan Juni 2026 (MoM), sementara ekspor nonmigas meningkat 4,25 persen dibandingkan Juni 2026 (MoM).
“Surplus perdagangan pada Juli 2026 menunjukkan kinerja ekspor Indonesia tetap terjaga. Diversifikasi pasar dan komoditas ekspor perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kontribusi perdagangan nonmigas. Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang di berbagai pasar tujuan serta memperluas pasar ekspor produk Indonesia,” ujar Mendag dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
Sementara itu, secara kumulatif, pada periode Januari–Juli 2026, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan USD3,70 miliar. Surplus kumulatif tersebut berasal dari surplus perdagangan nonmigas USD22,45 miliar, yang mengimbangi defisit perdagangan migas USD18,75 miliar.