sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Usai Defisit Dua Bulan, Neraca Perdagangan RI Surplus USD120 Juta di Juli 2026

Economics editor Anggie Ariesta
01/09/2026 12:43 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Juli 2026 mencatatkan surplus USD0,12 miliar atau USD120 juta.
Usai Defisit Dua Bulan, Neraca Perdagangan RI Surplus USD120 Juta di Juli 2026. Foto: iNews Media Group.
Usai Defisit Dua Bulan, Neraca Perdagangan RI Surplus USD120 Juta di Juli 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Juli 2026 mencatatkan surplus USD0,12 miliar atau USD120 juta setelah sempat defisit pada Mei dan Juni 2026. 

Sebelumnya, dipaparkan bahwa Indonesia mencatatkan ekspor pada Juli 2026 sebesar USD26,22 miliar atau naik 6,05 persen jika dibandingkan Juli 2025 (yoy). Nilai ekspor migas tercatat mencapai USD0,79 miliar atau turun 14,58 persen, sedangkan nilai ekspor nonmigas naik 6,84 persen sebesar USD25,45 miliar.

Adapun nilai impor Juli 2026 mencapai USD26,09 miliar atau naik 27,02 persen dibandingkan Juli 2025 (yoy). Nilai impor migas Juli 2026 mencapai USD3,77 miliar atau naik 49,91 persen (yoy), sedangkan impor nonmigas Juli 2026 mencapai USD22,3 miliar atau naik 23,83 persen (yoy). Peningkatan impor Juli 2026 didorong impor nonmigas dengan andil sebesar 20,91 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Juli 2026 didorong surplus pada komoditas nonmigas.

"Tercatat surplus komoditas nonmigas sebesar USD3,10 miliar. Komoditas penyumbang surplus nonmigas, terutama dari lemak dan minyak hewani nabati atau HS15, dari bahan bakal mineral HS27, dan juga dari besi dan baja HS72," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement