Sedangkan untuk neraca perdagangan migas pada Juli 2026 mengalami defisit sebesar USD2,98 miliar dengan komoditas penyumbang defisit terutama dari hasil minyak dan juga dari minyak mentah.
Sementara untuk neraca perdagangan secara kumulatif pada Januari sampai dengan Juli 2026 mencatat surplus sebesar USD3,70 miliar. Surplus sepanjang Januari sampai dengan Juli 2026 terutama ditopang surplus nonmigasnya.
"Surplus nonmigas ini mencapai USD22,45 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit, yaitu defisitnya sebesar USD18,75 miliar," ujar Ateng.
Untuk neraca perdagangan total, yaitu migas dan non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar, yaitu Amerika Serikat surplus sebesar USD10,48 miliar, India surplus sebesar USD7,80 miliar, dan yang ketiga Filipina surplus sebesar USD4,95 miliar.
Sedangkan tiga negara penyumbang defisit terdalam, yaitu China defisit sebesar USD16,95 miliar, Singapura defisit sebesar USD5,14 miliar, dan Australia defisit sebesar USD4,77 miliar.