sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Industri Pengolahan Topang Surplus Neraca Perdagangan RI di Kuartal I-2026

Economics editor Nia Deviyana
07/05/2026 16:34 WIB
Neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari–Maret 2026, mencatatkan surplus USD5,55 miliar.
Industri Pengolahan Topang Surplus Neraca Perdagangan RI di Kuartal I-2026. Foto: iNews Media Group.
Industri Pengolahan Topang Surplus Neraca Perdagangan RI di Kuartal I-2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari–Maret 2026, mencatatkan surplus USD5,55 miliar. Surplus tersebut terdiri atas surplus nonmigas sebesar USD10,63 miliar dan defisit migas sebesar USD5,08 miliar. 

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan industri pengolahan masih menjadi motor ekspor pada periode Januari—Maret 2026. Industri pengolahan juga mendominasi struktur pangsa total ekspor di periode tersebut sebesar 82,25 persen. 

“Sepanjang tiga bulan pertama 2026, pertumbuhan ekspor didorong kinerja sektor industri pengolahan naik 3,96 persen (CtC) atau menjadi USD54,98 miliar dibandingkan periode Januari—Maret 2025 yang sebesar USD52,89 miliar,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Ekspor dengan kenaikan tertinggi terjadi pada nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang melonjak 60,60 persen, timah dan barang daripadanya (HS 80) 49,09 persen, aluminium dan barang daripadanya (HS 76) 40,97 persen, bahan kimia organik (HS 29) 21,44 persen, dan bahan kimia anorganik (HS 28) 14,46 persen (CtC).

Menurut Budi, peningkatan ini dipengaruhi tren harga global dan permintaan dari mitra dagang. Namun demikian, kinerja ekspor sektor pertanian turun 32,18 persen dan sektor pertambangan dan lainnya turun 11,17 persen (CtC). Kopi, teh dan rempah-rempah (HS 09) menjadi komoditas sektor pertanian dengan penurunan ekspor terdalam sebesar 40,15 persen.

Dari sisi tujuan ekspornya, ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–Maret 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat di sejumlah pasar. Lonjakan ekspor tertinggi tercatat ke Spanyol sebesar 38,86 persen (CtC), diikuti Mesir 25,43 persen, China 17,49 persen, Thailand 13,58 persen, serta Belanda 11,37 persen. Selain itu, ekspor ke kawasan nontradisional seperti Asia Tengah lainnya, Afrika Utara, Asia Timur, Amerika Selatan lainnya, dan Afrika Barat mencatatkan kinerja positif. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement