IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan pernah cukup sepenuhnya untuk mendanai seluruh kebutuhan investasi pembangunan nasional.
Pemerintah lantas membutuhkan keterlibatan masif dari sektor swasta serta pasar modal guna menyokong berbagai proyek strategis, mulai dari infrastruktur, energi, pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga program hilirisasi.
"Satu hal yang harus kita sadari bersama bahwa APBN saja itu tidak pernah cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan, termasuk infrastruktur, energi, kualitas SDM, hingga hilirisasi," ujar Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Juda memaparkan soal dalam rancangan APBN 2027, total kebutuhan investasi Indonesia diproyeksikan melonjak hingga menyentuh angka Rp8.705 triliun. Dari total kebutuhan tersebut, instrumen APBN diproyeksikan hanya mampu menyerap pendanaan sekitar Rp459 triliun.
Sementara itu, peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk di dalamnya kontribusi dari Daya Anagata Nusantara (Danantara), ditargetkan mampu menyokong dana sekitar Rp330 triliun.