sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kebutuhan Investasi 2027 Capai Rp8.705 Triliun, Wamenkeu Juda Sebut APBN Tak Cukup

Economics editor Rohman Wibowo
10/08/2026 17:05 WIB
Kemenkeu menegaskan APBN tidak akan pernah cukup sepenuhnya untuk mendanai seluruh kebutuhan investasi pembangunan nasional.
Kebutuhan Investasi 2027 Capai Rp8.705 Triliun, Wamenkeu Juda Sebut APBN Tak Cukup. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)
Kebutuhan Investasi 2027 Capai Rp8.705 Triliun, Wamenkeu Juda Sebut APBN Tak Cukup. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)

Kondisi ini menuntut peran aktif pelaku usaha non-pemerintah untuk mengisi celah defisit pendanaan pembangunan yang sangat besar tersebut. Sebagian besar kebutuhan investasi nasional mutlak harus disandarkan pada likuiditas sektor privat domestik maupun internasional.

"Sisa kebutuhan investasi yang sebagian besar atau sekitar 91 persen sebesar Rp7.973 triliun harus berasal dari sumber pembiayaan swasta, baik perbankan, pembiayaan lain, maupun pasar modal," kata Juda.

Dalam konstelasi pembiayaan swasta ini, pasar modal dinilai memegang peran yang sangat strategis. Instrumen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wadah investasi, melainkan juga bertindak sebagai jembatan efektif yang mempertemukan kebutuhan ekspansi korporasi dengan dana masyarakat.

Pasar modal dinilai Juda menawarkan ekosistem pendanaan yang efisien, transparan, serta mengedepankan prinsip kesetaraan bagi seluruh pelaku pasar sehingga kerap diistilahkan sebagai equity market.

Atas dasar itu, pemerintah mengupayakan memperdalam pasar keuangan domestik agar semakin kompetitif. Langkah pembenahan ini penting agar pasar modal mampu menjalankan fungsinya secara optimal sebagai motor penggerak ekonomi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement