"Kita harus mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, likuid, serta trustable dan kredibel agar dapat berperan optimal memfasilitasi investasi dan mendukung target pertumbuhan ekonomi yang tinggi," tutur Juda.
Terlepas dari keterbatasan pembiayaan pembangunan, Juda memastikan bahwa kinerja APBN saat ini tetap terjaga pada jalur yang sehat di tengah guncangan ketidakpastian ekonomi global.
Penerimaan negara tercatat mampu bertumbuh secara stabil di kisaran 24 persen. Di samping itu, realisasi belanja pemerintah terbukti efektif berperan sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang kuartal I dan kuartal II-2026.
Otoritas fiskal juga memastikan bahwa pengelolaan kas negara tetap mengedepankan asas kehati-hatian yang ketat guna meminimalkan risiko utang. Disiplin pengelolaan anggaran terus dipertahankan agar defisit fiskal tetap berada dalam batas toleransi undang-undang.
"Kami di Kementerian Keuangan bekerja keras menjaga kesehatan APBN sebagai instrumen utama kesejahteraan rakyat sekaligus menjaga kehati-hatian dengan defisit di bawah 3 persen," kata Juda. (Febrina Ratna Iskana)